Rabu, 16 April 2008

Merapat di Hongkong

Minggu, 15 Okt 06
Pkl 09.30 Waktu setempat

Pagi sekali, kapal bergerak menuju ke pusat kota Hongkong. Kini, kapal sudah dalam kondisi kinclong, karena selama lego jangkar, kadet dan ABK bergotong royong membersihkan kapal. Setiap sudut kapal di cat sehingga terlihat seperti baru. Kadet-kadet kini juga sudah siap tempur untuk menunjukkan kebolehannya. selama 2 hari penuh di kapal saat lego jangkar, mereka terus berlatih marcing band, di sebut GS (gendering seruling), atraksi musik dan tari2an daerah.

Kapal, sedikit demi sedikit telah memasuki kawasan Hongkong. Perairan itu berada di antara 2 pulau, yaitu new territorial (Kowloon) dan pulau Hongkong. Kini, hutan beton telah tampak di depan mata. Para kadet sibuk mengabadikannya dengan kamera, sambil berbaris siap di sepanjang sisi kapal. Sebagian besar tampak terperangah dengan pemandangan di sekeliling. Gedung-gedung tinggi inilah yang disebut Hongkong. Sebuah kota metropolis yang mendunia, bekas koloni Inggris. Kami seperti di sulap, karena kami seolah berada di tengah-tengah hutan gedung. Perairan memang di apit dengan dua daratan, yang tak menyisakan sedikitpun ruang kosong, selain gedung-gedung pencakar langit. Pulau bekas sewaan Inggris ini, kini menjelma menjadi sentra perdagangan dan bisnis dunia.

Hongkong, sesungguhnya hanyalah terdiri dari beberapa pulau kecil. Yang terbesar ada 3 pulau, yakni Macau, new territorial dan Hongkong. Luas pulau ini, paling-paling sama dengan 1 kecamatan di daerahku, di Langkat sana. Atau kalo di Jakarta, paling-paling hanya satu daerah kotamadya. Setelah lepas dari Inggris pada 1 Juli 1997, kini wilayah ini mendapat otonomi khusus dari pemerintah RRC.

Akhirnya kapal berhenti tak jauh dari daratan. Tak lama, rombongan penjemput dari KJRI Indonesia di Hongkong datang. Usai penyambutan dan ramah tamah sesaat, Beberapa pewira kapal dan komandan, utusan kadet termasuk kami wartawan mengikuti rombongan dari KJRI dengan naik water taxi, menuju darat, tempat penyambutan resmi. Kami tiba di waterdeck, satu gedung milik angkatan laut amerika serikat yang letaknya persis di pinggir laut, dekat dermaga. Setelah penyambutan sederhana itu, kami kembali ke kapal. Posisi dewa ruci yang tak merapat agaknya mempersulit gerak. Tapi karena memang sudah keputusan sang komandan, apa mau dikata..

Tidak ada komentar: