18 Okt 06
KRI dewa ruci bersandar di Markas angkatan laut wilayah Selatan RRC. Di sini, kami bisa melihat banyak kapal perang milik china yang sedang bersandar. Pelabuhannya cukup luas dan panjang. Letaknya berada di selat yang sempit. Dari rute kapal masuk, kami berada di sisi kiri yang merupakan China daratan. Sementara darat di sisi kanan merupakan pulau yang tidak terlalu luas, namun disitulah letak pangkalan militernya. Kami bisa menyaksikannya dari kapal, karena jaraknya hanya sekitar 1 kilometer.
Karena berada di areal angkatan laut, mau tak mau aturannya sangat ketat. Keluar masuk harus dengan pemeriksaan. Tapi kami sudah di beri pas bebas keluar masuk. Kami masuk ke areal utama pengakalan militer angkatan laut china saat sesi pertandingan persahabatan antra TNI AL dengan AL nya China. Kami memasuki kawasan itu dengan 2 buah bus, dan dibawa berkeliling untuk melihat2. Di titik tertentu, kami tidak diperkenankan memoto.Yang kusaksikan adalah areal militer yang lengkap, dari mulai kapal perangnya, komplek tentara dan asrama, tempat latihannya dan fasilitas olahraganya.
Tempat pertandingan sepak bola yang kami gunakan saja menggunakan rumput sintetis. Di sekeliling lapangan, dijadikan areal latihan Atletik. Lapangan basket, badminton juga tersedia lengkap. Dari semua olahraga yang dipertandingkan, semuanya di menangi oleh angkatan laut china. Dari mulai tarik tambang, basket, sepak bola. Orang-orang china memang terkenal jago olahraga. Apalagi fisik tentaranya juga besar-besar mengalahi fostur tentara AL kita. Pantas saja setiap olimpiade, mereka bisa jadi rajanya.
Tp, ratusan angkatan laut china yang berkumpul itu tak mampu menyembunyikan rasa kagumnya saat kadet2 beraksi memainkan marching band (GS). Atraksi para kadet itu memukau para prajurit china. Untuk yang ini, kita unggul. Sementara maching band mereka, seperti yang juga kulihat saat di Hongkong, hanya menonjolkan unsure musik. Sementara kadet TNI AL, selain musik, tapi juga disertai atraksi2 yang menuntut keterampilan tinggi, seperti seorang kadet yang memukul drum diatas pundak para kadet lainnya, melemparkan stik mayoret ke atas dan kemudian menangkapnya lagi dan atraksi lainnya. Atraksi yang terakhir itu seringkali mengundang tepuk tangan dari para prajurit China.
Untuk AL cina sendiri, kita harus mengacungi jempol pada kedisiplinan mereka. Saat menonton pertandingan, mereka duduk rapi diatas bangku kecil yang tetap mereka bawa kemana saja. Setiap perpindahan tempat menonton, mereka bergerak sesuai susunan sebelumnya, teratur dan rapi. China, yang kutau memang memiliki militer yang tangguh. Sebagai Negara komunis, mereka menerapkan aturan militer secara ketat. Negara membiayai dengan cukup besar, bahkan bisa mengalahkan anggaran untuk kesejahteraan rakyatnya sendiri. Masyarakatnya juga diawasi dengan cukup ketat. Maka tak heran, Negara ini disebut sebagai Negara tirai bambu.
Rabu, 16 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar