Rabu, 16 April 2008

KRI Dewa Ruci Yang Mungil

Sabtu malam, 30 Sept 06

Terbang dengan Sriwijaya Air dari Bandara Sukarno Hatta, transit di Makasar, akhirnya tiba di Gorontalo, sekitar jam 9.30 malam WITA.

Mobil yang kami tumpangi meluncur ke pelabuhan laut Gorontalo. Penasaran, mau tau bagaimana bentuk kapal Dewa Ruci. Selama ini Cuma liat melalui gambar di internet.

Memasuki areal pelabuhan, yang tampak pertama kali adalah tiang layar dewa ruci. Badan kapal tertutupi oleh KRI Teluk Ende. Posisinya bersebelahan.

Pelabuhan Gorontalo yang sempit tdk memungkinkan kapal berada di pinggir laut. Pelabuhan laut Gorontalo memang kecil. Msh dalam tahap pembangunan.

Untuk memasuki Dewa ruci harus melewati Teluk Ende, kapal perang yang cukup besar. Di balik megahnya teluk ende, barulah tampak sesosok Dewa Ruci yang mungil. Aku sampe nggak percaya, kok sekecil ini. Saat di teluk ende, kita serasa berada di darat. Nyaris tanpa ada goyangan. Tapi di dewa ruci malah sebaliknya. Meski hanya bersandar, kapal bergoyang ke sana kemari. Apalagi kalo ada arus sedikit aja.

Aku dan Allan (Teman satu tim) hanya bisa tertawa, tersenyum, saling pandang. Kapal ini yang akan kami naiki selama 2 bulan. Ya.. 2 bulan menuju Hongkong, China, Korea, Jepang n Filipina.

Wahyu n boby memperkenalkan kpd kami beberapa kru kapal. Sebagai tim pertama yang ikut, pastilah mereka sudah mengenal semua kru kapal. Ia melakukan perjalanan gelombang pertama juga hampir 2 bulan, menuju Malaysia, Thailand, Vietnam, kamboja, dan brunai Darussalam.

Tidak ada komentar: